Lucunya
Kampusku
Pendidikan merupakan ruh dari
bangsa, sehingga kebobrokan pendidikan suatu Negara merupakan embrio dari
hancurnya bangsa. Namun hal ini belum bisa disadari secara maksimal oleh bangsa
kita, terbukti dengan kualitas pendidikan dan tenaga pengajar yang kurang kompeten dalam bidangnya. Akibatnya,
peserta didikpun kurang produktif. Hal ini menjadi masalah yang sangat krusial
untuk menyongsong kelangsungan bangsa kedepan. Mungkin kampus adalah salah satu
wahana untuk menciptakan kaum intelektual yang sanggup memimpin bangsa menjadi
yang bisa bersaing dengan Negara lain.
Seringkali kita temukan dosen
pengajar yang datang ke kelas seolah hanya orasi, menyampaikan basa-basi diluar
matakuliah. Tidak ubahnya layaknya acara TV STAND UP COMEDI. Mahasiswa hanya
sebagai penonton yang siap memberi tepuk tangan dan ikut tertawa bangga. Dan yang
lebih ironis lagi jika pengajar seringkali tidak tepat waktu dalam kehadiran,
meninggalkan mahasiswa dengan alasan ada kesibukan diluar. Padahal sebagai
seorang dosen yang mengemban amanat, mengajar adalah suatu kewajiban yang tidak
boleh dikalahkan oleh kesibukan lain. Pada akhirnya ketika mendekati akhir
tahun proses belajar mengajar tidak efektif karena kuliahnya dirubah dengan “kuliah
kilat”, dengan target matakuliah selesai tanpa memperdulikan hasil yang
diperoleh oleh peserta didik.
Untuk menghilangkan kemerosotan
pendidikan secara terselubung, peran serta dari pihak akademik kiranya sangat
penting untuk bertindak selektif dalam pembagian tugas pengajar. Berlaku tegas
terhadap tenaga pengajar yang tidak On Time, Dan adanya laporan secara intensif
antara pihak mahasiswa dengan pihak akademik terkait dengan proses belajar
mengajar di kelas. Supaya tidak dibilang dosen yang korupsi waktu, menerima
honorium setiap bulanya tetapi dalam menjalankan tugasnya tidak seimbang.
Bukankah ini tidak ada bedanya dengan tikus-tikus kantor yang sekarang menjadi
masalah pelik yang tak ada usainya.
Nah ini yang kadang membuat kami
tertawa terpingkal-pingkal, banyak pengajar ketika mengajar mengeluh dengan
fasilitas ruang belajar yang di bawah standar kampus, dimualai dari LCD yang
mati, spidol yang tidak tersedia, kursi pengajar yang sudah hampir hancur.
Tetapi dari pihak kampus sampai sekarang belum ada pembenahan fasilitas kampus. Maka demi kenyamanan serta kelengkapan fasilitas
belajar mengajar, melakukan pembenahan fasilitas menjadi suatu yang harus
diadakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar