Selasa, 12 Juni 2012

Kritik Itu Perlu

Lucunya  Kampusku
            Pendidikan merupakan ruh dari bangsa, sehingga kebobrokan pendidikan suatu Negara merupakan embrio dari hancurnya bangsa. Namun hal ini belum bisa disadari secara maksimal oleh bangsa kita, terbukti dengan kualitas pendidikan dan tenaga pengajar yang  kurang kompeten dalam bidangnya. Akibatnya, peserta didikpun kurang produktif. Hal ini menjadi masalah yang sangat krusial untuk menyongsong kelangsungan bangsa kedepan. Mungkin kampus adalah salah satu wahana untuk menciptakan kaum intelektual yang sanggup memimpin bangsa menjadi yang bisa bersaing dengan Negara lain.
            Seringkali kita temukan dosen pengajar yang datang ke kelas seolah hanya orasi, menyampaikan basa-basi diluar matakuliah. Tidak ubahnya layaknya acara TV STAND UP COMEDI. Mahasiswa hanya sebagai penonton yang siap memberi tepuk tangan dan ikut tertawa bangga. Dan yang lebih ironis lagi jika pengajar seringkali tidak tepat waktu dalam kehadiran, meninggalkan mahasiswa dengan alasan ada kesibukan diluar. Padahal sebagai seorang dosen yang mengemban amanat, mengajar adalah suatu kewajiban yang tidak boleh dikalahkan oleh kesibukan lain. Pada akhirnya ketika mendekati akhir tahun proses belajar mengajar tidak efektif karena kuliahnya dirubah dengan “kuliah kilat”, dengan target matakuliah selesai tanpa memperdulikan hasil yang diperoleh oleh peserta didik.
            Untuk menghilangkan kemerosotan pendidikan secara terselubung, peran serta dari pihak akademik kiranya sangat penting untuk bertindak selektif dalam pembagian tugas pengajar. Berlaku tegas terhadap tenaga pengajar yang tidak On Time, Dan adanya laporan secara intensif antara pihak mahasiswa dengan pihak akademik terkait dengan proses belajar mengajar di kelas. Supaya tidak dibilang dosen yang korupsi waktu, menerima honorium setiap bulanya tetapi dalam menjalankan tugasnya tidak seimbang. Bukankah ini tidak ada bedanya dengan tikus-tikus kantor yang sekarang menjadi masalah pelik yang tak ada usainya.
            Nah ini yang kadang membuat kami tertawa terpingkal-pingkal, banyak pengajar ketika mengajar mengeluh dengan fasilitas ruang belajar yang di bawah standar kampus, dimualai dari LCD yang mati, spidol yang tidak tersedia, kursi pengajar yang sudah hampir hancur. Tetapi dari pihak kampus sampai sekarang belum ada pembenahan fasilitas kampus. Maka demi kenyamanan serta kelengkapan fasilitas belajar mengajar, melakukan pembenahan fasilitas menjadi suatu yang harus diadakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar